Sekolah Methodist 2

BEST - Be Excellent in Science and Truth

Event

Badan Pendidikan GMI Wilayah 2 mengadakan Seminar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sekolah Methodist 2, Palembang. Bertempat di John Wesley Hall, Sekolah Methodist 2, lebih dari 100 peserta yang terdiri dari Guru TK-SD dan Guru Sekolah Minggu mengikuti seminar ini selama tiga hari (5-7 April 2013). Seminar yang bertujuan membahas berbagai filosopi pendidikan anak usia dini, dibagi menjadi 8 sesi dengan 5 pembicara dari Filipina yang memang merupakan praktisi pendidikan anak usia dini dan diakonia Filipina.

Naryati, S.Pd. salah seorang peserta seminar mengatakan bahwa alasan ia mengikuti seminar ini untuk dapat mengembangkan kemampuannya mengatasi berbagai persoalan pendidikan khususnya di pendidikan anak usia dini. Di samping mendapatkan materi satu arah dari pembicara, peserta juga dituntut bergerak, berdiskusi dan bekerjasama melalui sesi workshop yang dipimpin oleh Chita R. Framo, Diakonia Filipina.

Read more: 100 Guru Mengikuti Seminar Pendidikan Anak Usia Dini

KEPEMIMPINAN bukan ditemukan, tetapi kepemimpinan harus dikembangkan. Pemimpin tentu harus dilahirkan dan akan selalu muncul, tetapi supaya mereka tetap ada dipuncak, tetap harus dikembangkan dan dilatih. Untuk mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan, SMA Methodist 2 Palembang mengadakan latihan kepemimpinan (latpim) untuk para siswa. Latpim ini adalah angkatan ke-4 ini diadakan pada tanggal 30-31 Agustus 2013 di SMA Methodist 2.

Pelatihan ini diikuti oleh 50 orang siswa-siswi SMA.Tujuan latpim ini adalah untuk mengembangkan jiwa pemimpin pada diri siswa, sehingga mereka menjadi pribadi yang berdisiplin, berkarakter agar kelak menjadi pribadi yang berpengaruh di tengah masyarakat. Dalam Latpim ini semua simulasi, games, ceramah, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah unik dan pasti akanberbekas pada pembentukan nilai-nilai (values) dan moral para siswa. Pengembangan “3 H (Head, Heart&Hand), yaitu agar siswa dapat menjadi anak yang memiliki wawasan serta pengetahuan yang luas, berpikir fleksibel, inovatif, memiliki nilai-nilai karakter yang baik dan terampil dalam arti mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya.

Read more: Membangun “3H” Dalam Diri Siswa

Dalam rangka peningkatan kinerja guru dan karyawan Sekolah Methodist 2 Palembang, maka pada hari Sabtu, 11 Januari 2014, Sekolah Methodist 2 mengadakan workshop bertanjuk, “Mengenal Tipe Kepribadian Guru dan Siswa serta Aplikasinya dalam pembelajaran dengan Menggunakan Assesment MBTI (Myers Briggs Type Indicator).”

Workshop yang berlangsung satu hari penuh ini diadakan di di John Wesley Hall, Sekolah Methodist 2 Palembang, yang diikuti oleh sebanyak 80 orang Guru, Karyawan dan sebagian anggota Yayasan Sekolah Methodist 2. Workhshop ini dibawakan oleh Bapak Budi Prasetya Santosa S.E., M.A., dari Jakarta. Beliau adalah seorang konselor dengan latar belakang pendidikan S2 konseling di STTRII dan mendapatkan pendidikan lanjutan diantaranya “Post Graduate Certificate in Systemic Thinking” di CCC Singapore dan Certified Trainer MBTI (Myers Briggs Type Indicator) dari CPP Singapore. Saat ini menjadi koordinator konselor di Sekolah Methodist Imanuel Jakarta, mengajar konseling dan aktif mengadakan workshop kepribadian MBTI. Selain itu juga melayani sebagai associate counselor untuk konseling keluarga dan individu di Life Spring Counseling Centre Pluit.

Read more: Workshop MBTI Guru Karyawan Sekolah Methodist 2

Entertainer kondang Tantowi Yahya mengatakan prospek lulusan SMK lebih bagus ketimbang lulusan SMA."Bukan karena saya Ikon SMK saya lalu berbicara seperti ini Tapi Ini bisa dibuktikan. Di SMK, selain mendapat pendidikan sama seperti di SMA, siswa SMK juga mendapat bekal keterampilan untuk siap bekerja. Jadi mereka punya nilai plus.

Bila dulu SMK dipandang sebelah mata, menurut Tantowi, kini justru sebaliknya. Saat Ini. banyak orangtua tertarik untuk menyekolahkan anaknya ke SMK. Apalagi dewasa Ini, lapangan kerja menuntut tenaga-tenaga kerja siap pakai. Lulusan SMA cenderung meneruskan ke perguruan tinggi. Kuliah juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit Setelah lulus kuliah juga belum tentu bisa langsung kerja. Makanya saya bilang prospek SMK lebih bagus karena siswanya dididik menjadi tenaga kerja siap pakai.Istilahnya skill full urai kakak kandung Helmi Yahya itu.

Read more: Prospek Lulusan SMK

Pada umumnya Sekolah Menengah Atas (SMA) hanya fokus untuk mempersiapkan siswa yang akan mengambil karir di bidang akademik, sedangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk siswa yang berorientasi kerja. Langkah-langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan jumlah SMK sudah digaungkan sejak tahun 2008. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden SBY dalam Rembug Pendidikan Nasional (RPN) pada Februari 2008 tentang penyeimbangan jumlah siswa SMK:SMA. Untuk menjadikan rasio jumlah siswa SMK:SMA adalah 67:33 pada tahun 2014. Saat ini rasio SMA:SMK hanya 70:30. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengemukakan, perkembangan SMK juga merupakan perhatian yang sangat besar baginya. Rasio SMA:SMK yang saat ini 70:30 akan dibalik.Selain itu Pada tahun 2012, Provinsi Sumsel membutuhkan 100.000 tenaga kerja. Sebagian besar dari angka itu diharapkan berasal dari lulusan SMK yang berkualitas (dialog Mendiknas, Gubernur dan Kepala Sekolah se-Sumsel).

Read more: SMK Methodist 2 Palembang Resmi Di Launching

Kalendar 2013

Testimonial

Copyright © 2013 Sekolah Methodist 2. All Rights Reserved.